Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

REPOEBLIKTELO–  Dalam rangka menjalin hubungan internasional, Direktorat Kerja Sama Teknik, Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Pertanian dan Non-Alligned Movement Center for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC) mengunjungi Terminal Agribisnis Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu (SPAT) Repoeblik Telo, Senin (24/06/2019).

Pertemuan antara NAM CSSTC dengan Repoeblik Telo untuk membicarakan agenda kegiatan ‘Training on Processing Technology of Sweet Potatoes for Tanzania’ yang akan diadakan di bulan September di Provinsi Mbeya, Tanzania.

Kegiatan yang recanannya digelar selama empat hari itu akan mengirim tenaga ahli dari  Repoeblik Telo untuk membagi pengalamannya kepada masyarakat Tanzania.

Abinanto Dewabrata perwakilan Repoeblik Telo (paling kiri), Direktur NAM CSSTC, Ronny Prasetyo Yuliantoro (tengah), dan Mantan Dubes RI untuk Rumania, Diar Nurbintoro (kanan)@Endra

“Kita ingin menjalin kerja sama di bidang pertanian, khususnya masalah  pasca panen di Tanzania. Adapun tujuannya, satu untuk meningkatkan nilai jual dari bahan olahan yang ada di sana. Kedua supaya masyarkaat tahu bagaimana cara mengolah makanan supaya lebih awet”, ungkap Direktur NAM CSSTC, Ronny Prasetyo Yuliantoro.

Ronny melanjutkan, alasan pihaknya kenapa memilih Repoeblik Telo lantaran industri pengolahan telo terbesar di Indonesia memiliki kemampuan-kemampuan yang cocok untuk diajak dalam kerja sama Training on Processing Technology of Sweet Potatoes for Tanzania ini.

Mantan Dubes RI untuk Rumania, Diar Nurbintoro saat menceritakan kondisi Tanzania@Endra

“SPAT Repoeblik Telo memiliki kemampuan, terlebih ketika kita melihat rekam jenjaknya. Terutama dalam usahanya memproduksi produk olahan telo,” lanjutnya.

Ronny berharap dengan adanya program ini dapat turut mempromosikan produk-produk terbaik dari Repoeblik Telo ke dunia internasional. Selain itu, kedepan hubungan Indonesia dengan Tanzania, terutama di bidang ekonomi semakin baik.

“Harapan dari pelatihan ini bukan pertama dan terakhir. Karena hubungan antar negara ditopang oleh asas keberlanjutan. Dengan  Indonesia akan meningkatkan hubungan ekonomi non-tradisional Indonesia dengan negara-negara di Benua Afrika,” harap Ronny.

Suasana pertemuan antara SPAT Repoeblik Telo dan NAM CSSTC@Endra

Ditemu dilokasi yang sama, Abinanto Dewabrata perwakilan Repoeblik Telo menyambut baik rencana program kerja sama ini. Menurutnya, tujuan dari program ‘Training on Processing Technology of Sweet Potatoes for Tanzania’ sejalan dengan visi, misi, serta tujuan didirikannya Repoeblik Telo.

Selain itu, juga meneruskan perjuangan dari ayahandanya, Ir. Unggul Abinowo, MS, MBA untuk membuat perusahaan yang didirikan pada tahun 1999 semakin bermanfaat untuk masyarakat luas.

Mantan Dubes RI untuk Rumania, Diar Nurbintoro  melihat fasilitas dari Repoeblik Telo@Endra

“Saya senang sekali dengan adanya kerja sama ini. Karena sesuai dengan keinginan mendiang ayah yang terus menjaga spirit dari Repoeblik Telo,” terang pria yang akarab disapa Abi ini.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir, Mantan Dubes RI untuk Rumania, Diar Nurbintoro dan jajaran pimpinan Terminal Agribisnis Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu (SPAT) Repoeblik Telo.

Facebook Comments
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.